Friday, March 19, 2010

Bila Al Quran mula bersuara...


Waktu engkau masih kanak-kanak.............

kau laksana kawan sejatiku..

Dengan wudu', Aku kau sentuh dalam keadaan suci, Aku kau pegang..

Aku,kau junjung dan kau pelajari..

Aku engkau baca dengan suara lirih atau pun keras setiap hari..

Setelah selesai engkau menciumku mesra..


Sekarang engkau telah dewasa..............

Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku...

Apakah Aku bahan bacaan usang yang tinggal sejarah...?

Menurutmu, mungkin aku bahan bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu..

Atau, menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji.......

Sekarang, Aku tersimpan rapi sekali, sehingga engkau lupa di mana Aku tersimpan..

Aku sudah engkau anggap hanya sebagai pngisi setormu..


Kadang kala Aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa..

Atau Aku kau buat penangkal untuk menakuti iblis dan syaitan..

Kini Aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian, kesepian..

Di dalam almari, di dalam laci, aku engkau pendamkan..

Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman..

Di waktupetang, Aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau.....


Sekarang...seawal pagi sambil minum kopi...engkau baca surat khabar dahulu..

Waktu lapang engkau membaca buku karangan manusia..

Sedangkan Aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Azzawajalla,..

Engkau engkau abaikan dan engkau lupakan...


Waktu berangkat kerja pun kadang engkau lupa baca pembuka surah2ku(Bismillah)..

Di dalam perjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi..

Tidak ada kaset yang berisi ayat Allah yang terdapat di dalam keretamu..

Sepanjang perjalanan,radiomu selalu tertuju ke stasyen radio kesukaanmu..

Mengasyikkan..


Di meja kerjamu tidak ada Aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja..

Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu..

Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku.........

E-mail temanmu yang ada ayat-ayatku pun kau abaikan..

Engkau terlalu sibuk dengan urusan dunia mu..

Benarlah dugaanku bahawa engkau kini sudah benar-benar hampir melupaiku..


Bila malam tiba engkau tahan bersekang mata berjam-jam di depan TV..

Menonton siaran telivisyen..

Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk..

Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah..

Waktupun cepat berlalu.........

Aku semakin kusam dalam laci-laci mu..

Mengumpul debu atau mungkin dimakan hama..


Seingatku, hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali..

Itupun hanya beberapa lembar dariku..

Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu..

Engkaupun kini terangkak-rangkak ketika membacaku..

Atau waktu kematian saudara atau taulan mu..


Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba..

Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya..

Apakah TV, radio ,hiburan atau komputer dapat menolong kamu?..

Yang pasti ayat-ayat Allah s.w.t yang ada padaku menolong mu..

Itu janji Tuhanmu, Allah s.w.t..


Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu...

Setiap saat berlalu...

Dan akhirnya.....

kubur yang setia menunggu mu...........

Engkau pasti kembali, kembali kepada Tuhanmu..


Jika Aku engkau baca selalu dan engkau hayati...

Di kuburmu nanti....

Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan...

Yang akan membantu engkau membela diri..

Dalam perjalanan ke alam akhirat...

Dan Akulah "Al-Qur'an",kitab sucimu...

Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu...


Peganglah Aku kembali.. .. bacalah aku kembali aku setiap hari...

Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat-ayat suci...

Yang berasal dari Allah Azzawajalla..

Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Pemurah..

Yang disampaikan oleh Jibril melalui Rasulmu..

Keluarkanlah segera Aku dari almari, lacimu.......

Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu..

Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu...

Sentuhilah Aku kembali...


Baca dan pelajari lagi Aku....

Setiap datangnya pagi, petang dan malam hari walau secebis ayat..

Seperti dulu.... Waktu engkau masih kecil..

Di surau kecil kampungmu yang damai..

Jangan aku engkau biarkan aku sendiri....

Dalam bisu dan sepi....



Tuesday, January 12, 2010

kenapa begitu sahabatku..??


Kenapa begitu sahabatku?
begitu ...
ya begitu!

merendahkan dirimu
untuk sesuatu ...
yang hanya meluntur maruahmu ..

menghinakan jiwamu
demi sesuatu ...
yang hanya menambah
bintik noda hatimu ...

mengorbankan imanmu ...
hanya kerana mahu
apa yang belum tentu jadi milikmu!

siapa tak cinta?
siapa tak merasa?
bilamana tercipta sebagai manusia ...

siapa tak mahu
siapa tak perlu
bila fitrah kasih Allah yang menentu ...

jangan fikir tak mengapa,
jangan sampai terasa biasa ...
yang buruk itu dosa,
takkan mungkin jadi pahala ...
yang noda tetap noda,
walaupun berdiri atas nama cinta!

usah mendengar nafsu
berbisik cinta melulu
ibarat hidup sehari
semuanya untuk hari ini!
umpama hidup selamanya
tak sedar-sedar lagi bila
waktu bertaubat menghindar dosa!

mengapa sahabatku?

kataku begini menghiris hatimu
hingga kau lari jauh ...
terlupa segala bekal ilmu yang dulu ..
terlupa cara kita,
budaya kita,
menghalang diri dari murkaNYA ...
faham kita,
iman kita,
cintaNYA tak mungkin
ditewas sesiapa!

di sini aku sahabat,
menghulur tangan,
memberi ingat ...
agar kau tak hanyut,
agar takkan terluput ...
faham amal bertunjang iman,
yakin taqwa menyuluh kehidupan ...

sedarlah pergi mana kita bisa lupa,
dek beratnya maksiat
terkumpul di jiwa ...
ilmu itu cahaya,
cahaya ALlah petunjuk jiwa ...
takkan bisa dirasa
bila ada yang menghalang sinarnya ...

kenangkan nanti anak-anak kita,
pergi mana jadi generasi
yang dalam redhaNYA,
bilamana kedua ibubapa,
tak bisa jadi pemimpin,
mengharung jalan dunia
yang terlalu banyak bersimpang dusta!

jangan nanti sahabat,
terpisah kita di jambatan akhirat,
hanya kerana dosa,
hanya kerana alpa,
hanya kerana nikmat
yang terlalu sementara!!

ingatkan aku sahabatku,
ingatilah jua bekal ilmu yang dulu,
bila ALLAH berkata ..
hanya TAQWA kuncinya
membuka pintu keselamatan jiwa ...
di dunia & di akhirat sana ..

ingatilah pesan kekasihNYA,
bila ia mengingatkan,
hanya dengan memelihara Tuhan,
bisa kita terpelihara harta,
jiwa segala-galanya ...
dan bisa DIA memelihara,
sebaik-baik harta di dalam jiwa,
iman BILLAH, cinta agungNYA!!

usah ragu sahabatku,
usah rasa keliru,
yang ditunjuk dunia
bukan amarNYA ...
yang dipamer manusia,
bukan cara iman kita ...

yakinilah di dalam hati,
cinta sejati
tak perlu melampaui
garis-garis syari'at ILAHI ...
biarkan ia berjalan
menyusur lembah sabar yang panjang
namun tiba di perhentian
dalam tiap langkahnya
penuh keberkatan ..

namun begitu sahabatku,
segalanya tak sepantas waktu
bak cepatnya hari berlalu,
beralih malam berganti siang,

kerna ...
seluas lautan sabar ...
dalamnya tak terduga,
merentasnya lelah nan panjang!!
sahabat yang menyayangimu lillahita'ala..
-ana-

Saturday, December 12, 2009

Meskipun panjang umur...




Adalah hal yang lucu, jika seseorang merayakan ulangtahun umurnya dengan penuh sukacita.Padahal sebenarnya yang terjadi umurnya semakin berkurangan.Bukankah yang patut mereka lakukan adalah koreksi atas hari-hari yang telah berlalu?
seorang peyair berkata:

"Seorang menganggap ringan berlalunya malam padahal malam-malam itu berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi"
Kita pasti faham purata umur manusia adalah enam puluh hingga tujuh puluh tahun.

Ada sebuah riwayat yang mengatakan bahawa Nuh adalah nabi yang umurnya paling panjang.suatu saat dia pernah ditanya:"Apa pendapatmu tentang dunia?" Dia menjawap:"Dunia bagaikan rumah yang mempunyai dua pintu.Saya masuk dari satu pintu dan kemuadian keluar dari pintu yang lainnya."

Nabi Nuh yang berumur panjang sahaja menganggap hidupnya sesingkat itu, lalu bagaimana dengan orang yang KEBERKATAN umurnya dicabut? Bukankah dihari akhir nanti mereka hanya akan menghasilkan penyesalan dan kesedihan? Hidup akan segera mereka akhiri, dan di akhirat nanti mereka akan menemukan diri mereka termasuk orang2 yang rugi dan miskin. Allah SWT berfirman:

"Dan (ingatlah) akan hari yang (diwaktu itu)Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam(di dunia)hanya sesaat sahaja di siang hari, di waktu itu mereka saling berkenalan." (surah yunus, 10:45)

Firman Allah SWT bermaksud:

"Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpah orang-orang yang berdosa;"mereka tidak berdiam(dalam kubur) melainkan sesaat(sahaja)."Seperti demikianlah mereka selalu dipalingkan (dari kebenaran). Dan berkata orang-orang yang di beri ilmu pengetahuan dan keimanan(kepada orang-orang yang kafir):"Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur)menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit; maka inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak menyakini(nya).." (surah Ar-rum, 30:56)

Pada ayat lain disebut: Allah berfirman:

"Allah bertanya:"Berapa tahunkah lamanya kamu berada di bumi."Mereka menjawap:"Kami berada(dibumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung." Allah berfirman:"Kamu tidak berada( di bumi) melainkan sebentar sahaja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui." (surah Al-Mukminun, 23:112-114 )

Kerana pada hakikatnya umur itu sangatlah pendek, maka kita seharusnya memanafaatkannya secara optima dengan melakukan amal perbuatan yang soleh yang di redhai ALLAH SWT. Sesiapa mengetahui pentingnya waktu, maka dia sudah mengetahui erti penting kehidupan. Kerana waktu adalah kehidupan itu sendiri. Berapa banyak waktu yang hanya digunakan untuk bersenda gurau sehingga mereka lupa tugas utama, dan akhirnya akan menyesal ketika kematian dan hari penghitungan amal perbuatan telah tiba..

Saturday, November 21, 2009

Malu kerana Allah...




Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud :

"Malu itu sebahagian dari iman"

Di dalam hadis yang lain Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud :

"Malulah kamu sekelian kepada Allah dengan sebenar-benarnya. " "Wahai Rasulullah bukankah kita sudah malu dengan Allah?"

Sabda Nabi s.a.w : "Bukan itu yang di namakan malu dengan Allah, akan tetapi yang di namakan malu dengan Allah yang sesungguhnya adalah orang yang sudah boleh menjaga kepalanya dari maksiat dan apa yang ada di kepalanya, dan menjaga perutnya jangan sampai masuk barang yang haram, dan menjaga kemaluannya jangan sampai berzina, dan menjaga tangan dan kakinya dari perbuatan maksiat, dan ingat dengan mati, dan ingat bahawa dirinya akan rosak. Dan barangsiapa yang menghendaki kebahagiaan akhirat hendaklah meninggalkan kesenangan dunia dan memilih kebahagiaan akhirat daripada dunia, barangsiapa yang sudah dapat mengerjakan semua yang telah tersebut di atas barulah orang tersebut di namakan orang yang malu kepada Allah, orang yang malu kepada Allah adalah orang yang malu bila melakukan maksiat sehingga tidak jadi mengerjakan maksiat dan itulah yang di namakan malu yang sesungguhnya."

Seseorang yang mempunyai budi pekerti yang baik adalah mereka yang rasa malu bila mengerjakan maksiat.

Sentiasa berbuat baik, benar perkataannya, tidak berkata dengan perkataan yang keji (lucah), sedikit bicaranya kecuali ada menfaatnya, banyak amal soleh, sedikit kesalahannya, tidak berlebih-lebihan dalam semua perkara, suka menyambung persaudaraan, bersopan santun, banyak bersabar, sentiasa bersyukur kepada Allah, kasih sayang terhadap orang lain, menjaga diri dari yang tercela, tidak mudah marah, tidak mengadu domba (menghasut) orang lain, tidak mengumpat, tidak dengki dan iri hati, tidak bakhil, kalau dia mencintai sesuatu hanya kerana Allah dan membenci sesuatu juga kerana Allah dan kalau dia marah juga marah kerana Allah.

Ramai wanita Islam hari ini mendedahkan aurat tanpa rasa segan silu. Menampakkan perhiasan diri tanpa ada perasaan malu kepada Allah s.w.t. Bersolek berlebih-lebihan, berwangi-wangian, pakaian yang menjolok mata hingga menampakkan bentuk tubuh badannya dan seksi, kadangkala merubah bentuk asal wajahnya dengan di lakukan pembedahan pelastik, menggunakan botox dan lain-lain, semua ini tidak menampakkan ciri-ciri wanita solehah.

Di sudut yang lain pula, kita lihat gejala sosial telah melanda dengan hebatnya para remaja lelaki dan perempuan berdua-duaan dan berpasang-pasangan tanpa segan dan malu memenuhi taman-taman bunga, pusat membelli belah, tepi-tepi pantai dan pusat-pusat hiburan. Dalam keadaan seperti ini siapakah yang perlu di salahkan?

Untuk mengubati penyakit-penyakit ini setiap kita (ibu bapa, guru-guru,alim ulama', para da'i, pertubuhan dan persatuan Islam, jemaah Islam dan jabatan Agama Islam) berperanan dan bersatu tenaga untuk merawat dan jalankan proses pemulihannya. Kita tidak boleh menggunakan cara dan kaedah lain, melainkan kembali kepada kaedah rawatan yang di jalankan oleh Rasulullah s.a.w iaitu membaiki aqidah dan keimanan manusia terlebih dahulu sebelum membaiki kelemahan-kelemahan yang lain.

Apabila proses tarbiyyah dan dakwah berjalan dan berfungsi sepenuhnya di dalam masyarakat, akan lahirlah individu-individu muslim mukmin yang beriman dan bertakwa kepada Allah s.w.t dan perasaan malu kepada Allah s.w.t berfungsi dalam kehidupan kita..

wallahua'alam..

Wednesday, November 11, 2009

mencari kekuatan itu...


"boleh saya tanya?.. bagaimana hendak mengajak orang lain buat kebaikan..??"
soalan ini diajukan oleh salah seorang peserta kem saya, mantap..

walaupun dia hanyalah seorang pelajar biasa dan dari sekolah biasa..


sebenarnya, untuk mengajak masyarakat ke arah kebaikan bukanlah satu benda yang mudah..

ustaz saya pernah pesan..

"seorang dai'e itu seperti mengetuk pintu hati seseorang..
kadang2 dia ketuk perlahan pintu tu dan mungkin juga sampai akhir hayatnya..

kadang2 kuat, dan kadang2 kejap ketuk kejap rehat tepi pintu tu.. then ketuk pintu itu kembali..
orang yang berada dalam pintu itu pula (mad'u), boleh juga dia malas buka..
atau pun dia saja biarkan pintu tu diketuk.. 'nanti la aku bukak'..

atau disebabkan pintu itu selalu diketuk,
teringin pula dia hendak buka pintu tu dan bertanya... 'siapa tu....??'..."


Dari sini lah kita ambil kesempatan untuk mulakan tugas dakwah kita..

tunjukkan qudwah hasanah yang baik, tegur secara berhikmah, raikan dia dengan sebaik mungkin supaya pintu itu takkan tertutup kembali...

ada orang tak puas hati dan mengadu pada saya..

"cakap bagus je dia tu, nasihat orang jangan couple.. tapi dia 2 x 5 je.."
situasi ni memang sering berlaku..

salah satu sebab ini terjadi kerana ilmu yang kita dapat hanyalah untuk menegur orang tanpa mengaplikasikan ilmu itu pada diri sendiri..

niat untuk menegur orang dah baik, tapi yang paling penting..

proses diri dahulu, sambil proses diri, tegur orang lain juga..


Rasulullah sendiri pesan pada umatnya..

"sampaikanlah ajaranku walau satu ayat.."

dalam melalui proses..

perlu ada kekuatan rohani, sentiasa ada pergantungan dengan Allah..

saya akui, bukan senang sebenarnya untuk buang benda2 buruk yang sudah sebati dalam diri kita..


pernah juga sewaktu zaman sekolah saya dahulu kawan selalu tegur saya waktu saya nakal dahulu..

alasan yang saya selalu beri..

"aku takde kekuatan arr nak berubah sekarang, ko ingat senang ke? nanti la aku dah ade kekuatan baru aku buang semua nih.."

memang bukan senang untuk buang semua itu..

tapi hanya tunggu kekuatan tanpa usaha untuk buang..

akan jadikan kita semakin kuatkah?
semakin hari dosa itu akan sebati dengan darah daging kita..

lama2 makin susah untuk membuangnya..

coupling, mostly kita akan bagi alasan 'tunggu ada kekuatan...'

tiap2 hari message si dia, bergayut di telefon, melayan rindu...
makin hari jadi makin sayang..

hati kita makin kuatkah untuk buang semua tu..??

'kekuatan usah ditunggu, tapi harus dibina dengan sendiri...'

walaupun susah untuk buang, tapi cuba pujuk diri..

berkorban di dunia yang sementara untuk mendapat redha Allah yang hakiki..
jangan malu jika berbuat salah, kerana kesalahan itu mengajar kita sentiasa berhati2 supaya kita tak ulangi kesalahan yang sama..
jangan malu bertanyakan pendapat tentang hukum islam, kerana ia akan sentiasa mengingatkan kita dengan siksaan Allah..
jangan malu untuk mengamalkan sunnah2 islam, kerana itulah yang terbaik di sisiNya..


ada masa saya akan sambung lagi..

yang baik itu datang dari Allah, yang lemah itu datang dari saya sendiri..
wallahua'lam..

Monday, October 26, 2009

Allah memang sengaja............


Sesungguhnya, Allah memang sengaja............

memang ALLAH sengaja menemu kan kita
dengan orang yang salah supaya kita dapat
menjadi penilai yang baik.

* memang ALLAH sengaja menemu kan kita
dengan orang yang salah supaya kita sedar
bahawa kita hanyalah makhluk yang sentiasa
mengharap kan pertolongan ALLAH.

* memang ALLAH sengaja menemu kan kita
dengan orang yang salah supaya kita dapat
KASIH SAYANG YANG TERBAIK, KHAS UNTUK
DIRI KITA.

* memang ALLAH sengaja menemu kan kita
dengan orang yang salah supaya kita sedar
bahawa ALLAH MAHA PEMURAH & PENYAYANG
kerana mengingat kan kita bahawa dia
bukan lah pilihan yang hebat untuk kita
dan kehidupan kita pada masa depan...

* memang ALLAH sengaja menemu kan kita
dengan orang yang salah supaya kita dapat
mengutip pengalaman yang tak semua orang
berpeluang untuk
mengalami nya.

* memang ALLAH sengaja menemu kan kita
dengan orang yang salah supaya kita jadi
MANUSIA yang HEBAT JIWA NYA.

* memang ALLAH sengaja menemu kan kita
dengan orang yang salah supaya kita lebih
faham bahawa CINTA yang TERBAIK HANYA ADA
BERSAMA ALLAH.

* memang ALLAH sengaja menemu kan kita
dengan orang yang salah supaya kita LEBIH
MENGENALI KEHIDUPAN yang TAK SELAMA NYA KEKAL.

Wahai sahabat yang kecewa, menderita dan
sengsara kerana cinta, fahami lah bahawa
kehidupan kita makin sampai ke
penghujung nya. Hari esokpun kita
sendiri tak pasti sama ada menjadi milik
kita. Gapai lah keredhaan ALLAH dengan
melaksanakan suruhan-NYA,dan meninggal
kan larangan NYA..

PERCAYA LAH sesungguhnya ALLAH malu
untuk menolak permintaan hamba NYA yang
menadah tangan meminta dengan penuh
pengharapan HANYA kepada NYA..

Monday, October 12, 2009

Why do we read Quran, even when we can't understand a single Arabic word??



An old American Muslim lived on a farm in the mountains of eastern Kentucky
with his young grandson. Each morning Grandpa was up early sitting at the
kitchen table reading his Quraan.

His grandson wanted to be just like him and tried to imitate him in every
way he could.

One day the grandson asked, "Grandpa, I try to read the Quraan just like
you but I don't understand it, and what I do understand I forget as soon as
I close the book.
What good does reading the Quraan do?"

The Grandfather quietly turned from putting coal in the stove and replied,
"Take this coal basket down to the river and bring me back a basket of
water."

The boy did as he was told, but all the water leaked out before he got
back to the house.
The grandfather laughed and said, "You'll have to move a little faster next
time," and sent
him back to the river with the basket to try again.

This time the boy ran faster, but again the basket was empty before he
returned home.
Out of breath, he told his grandfather that it was impossible to carry
water in a basket, and he went to get a bucket instead.

The old man said, "I don't want a bucket of water; I want a basket of
water.
You're just not trying hard enough," and he went out the door to watch the
boy try again.

At this point, the boy knew it was impossible, but he wanted to show his
grandfather that even if he ran as fast as he could, the water would leak
out before he got back to the house.

The boy again dipped the basket into river and ran hard, but
when he reached his grandfather the basket was again empty.

Out of breath, he said, "See Grandpa, it's useless!"

"So you think it is useless?" The old man said, "Look at the
basket."

The boy looked at the basket and for the first time realized
that the basket was different. It had been transformed from a dirty old
coal basket and was now clean, inside and out.

"Son, that's what happens when you read the Quraan. You might not
understand or remember everything, but when you read it, you
will be changed, inside and out. That is the work of Allah in our lives."


Jazakallahukhairankathira....